MEDIARESMI.COM | Guru Besar Filsafat Islam Universitas Negeri (UIN) Ar-Raniry, Prof. Dr. H. Syamsul Rijal, M.Ag mengapresiasi keberhasilan guru di Aceh yang dinilai berhasil mendidik para siswa dan mampu mengantarkan lulusannya ke jenjang pendidikan lebih tinggi.
Menurut Prof. Syamsul Rijal, keberhasilan para guru itu dapat dilihat dari besarnya rasio kelulusan siswa di Aceh dalam hasil seleksi nasional masuk perguruan tinggi (SNMPTN) tahun 2021. Yang mana, rasio kelulusannya berada pada angka 36.80 persen atau 5.626 peserta dari jumlah pendaftar 15.290 orang.
Aceh bahkan berada di peringkat pertama secara nasional. Berdasarkan data resmi yang dikeluarkan, Aceh juga masuk dalam 10 Besar kelulusan tingkat nasional. Artinya, perkembangan pendidikan di Aceh kini makin baik berkat pengabdian dan kerja keras guru.
“Kita tentu harus mengapresiasi pengabdian dan kerja keras para guru. Meskipun disebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, semangat guru dalam mendidik generasi bangsa patut mendapat penghargaan,” ujar Prof. Syamsul Rijal, yang diwawancara Wartawan MEDIARESMI.COM, Senin 21 Juni 2021.
Disamping itu, Prof. Syamsul Rijal menjelaskan, perlu adanya bentuk apresiasi dari Pemerintah kepada guru. Ia mencontohkan salah satu penghargaan yang dapat diberikan berupa hadiah kepada sekolah-sekolah yang siswanya terbanyak lulus seleksi SNMPTN 2021.
“Kepala sekolah dan guru perlu diberikan penghargaan. Dengan begitu dapat memicu semangat guru dan sekolah lainnya terus mendidik siswa lebih baik lagi kedepan,” katanya.
Mantan Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Ar-Raniry itu pun menilai, apresiasi sangat penting untuk meningkatkan motivasi baik guru maupun siswa. “Kesejahteraan guru juga sangat penting, karena itu juga menjadi motivasi bagi guru,” tuturnya.
“Terkadang kita sering lupa, bahwa apresiasi itu sangat penting untuk meningkatkan motivasi meraih prestasi. Pemerintah Aceh juga harus mampu melihat kebutuhan guru dan sekolah di seluruh Aceh, terutama daerah terpencil, agar ada pemerataan pendidikan,” harapnya.
Mantan Wakil Rektor UIN Ar-Raniry itu juga menegaskan, pendidikan menjadi kunci kemajuan suatu bangsa. Untuk itu, berhasil tidaknya pendidikan di Aceh juga sangat ditentukan sinergitas lintas sektor.
“Kita tidak boleh lupakan jasa-jasa guru. Tanpa guru, mungkin kita tidak mendapat gelar dan jabatan seperti yang diperoleh sebagian orang hari ini. Pejabat juga lahir dari didikan guru dan tenaga pendidikan,” katanya.
Prof. Syamsul Rijal menambahkan, saat ini sudah bukan saatnya lagi keberhasilan guru diapresiasi sebatas piagam penghargaan. Guru juga perlu diberikan apresiasi lain berupa hibah perangkat media pembelajaran, visitas akademik atau studing banding ke luar Aceh.
Namun, karena masih dalam masa pandemi, hal itu tentu belum dapat dilakukan. Yang jelas, Guru Besar Filsafat Islam itu menyarankan Pemerintah harus berani menarik minat guru berpestasi dengan memberikan penghargaan.
__________
Pertama kali dimuat di MediaResmi
Penulis: Hidayat Pulo







Leave a Comment