SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Kritik yang tidak berlandaskan etika dinilai justru berpotensi menghambat lahirnya perubahan yang berkeadaban di tengah masyarakat.

Hal ini disampaikan Guru Besar Filsafat Islam UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Dr Syamsul Rijal, dalam pandangannya terkait pentingnya etika dalam menyampaikan kritik, Kamis (23/4/2026).

Menurutnya, tidak sedikit individu yang pada awalnya memiliki niat baik untuk mendorong perubahan, namun gagal karena cara menyampaikan kritik tidak berbasis etika.

Kondisi tersebut, kata dia, justru dapat memicu konflik dan menjauhkan tujuan utama perubahan.

“Konsistensi lisan dalam menyampaikan kritik yang berlandaskan etika merupakan suatu kondisi di mana individu mampu menjaga narasi yang bijak setelah mencapai tingkat ketaqwaan melalui praktik ibadah yang terintegrasi dalam karakter pribadinya,” kata Prof Syamsul.

Ia menjelaskan, komitmen dalam menjaga lisan menjadi aspek penting agar kritik tidak berubah menjadi serangan personal, kebohongan, atau bahkan ghibah.

Padahal, kritik sejatinya bertujuan untuk memperbaiki keadaan dan mendorong kemajuan.

“Kritik tanpa etika tidak akan mampu menjaga konsistensi lisan, padahal kondisi ini merupakan bagian integral dari pribadi yang menjunjung tinggi amar ma’ruf nahi mungkar,”

“Kritik disampaikan dengan tujuan untuk menciptakan perubahan ke arah yang lebih baik, dan hal ini sangat diperlukan dalam pengembangan sumber daya manusia,” tegasnya.

Dalam konteks sosial, Prof Syamsul menekankan bahwa kritik harus disampaikan secara santun, berbasis data faktual, serta tidak sekadar membangun persepsi.

Kritik, menurutnya, harus diarahkan pada kebijakan atau substansi persoalan, bukan menyerang individu.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya metode penyampaian kritik.

Dalam situasi tertentu, kritik sebaiknya disampaikan secara langsung dan privat, bukan di ruang publik, dengan menggunakan bahasa yang halus dan tidak menggurui.
“Kritik yang baik adalah kritik yang membangun dialog positif, saling menghormati, dan menghadirkan solusi, serta membangun peradaban,” kata Prof Syamsul, yang juga Ketua Dewan Pakar Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) Aceh.

Lebih lanjut, ia menguraikan empat elemen penting dalam kritik berbasis etika.

__________

Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul Kritik Tak Beretika Picu Konflik dan Gagalkan Perubahan, Prof Syamsul Rijal Ungkap 4 Solusinya, https://aceh.tribunnews.com/tafakur/1022172/kritik-tak-beretika-picu-konflik-dan-gagalkan-perubahan-prof-syamsul-rijal-ungkap-4-solusinya.
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi

Syamsul Rijal Sys

Guru Besar Filsafat Islam pada Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.

Bagikan:

Tags:

Leave a Comment