Banda Aceh – Beberapa waktu lalu, Aceh dihebohkan dengan isu intoleransi beragama. Kasus lain juga terjadi amuk massa yang berujung pembakaran terhadap salah seorang yang diduga menyebarkan aliran sesat di kabupaten Bireuen. Untuk mencegah dan meningkat kualitas umat beragama, Kakanwil Kemenag Aceh membuat MoU dengan Fakultas Ushuluddin, IAIN Ar-Raniry.

“Rencana ini sudah lama direncanakan, hari ini momen paling bagus dilaksanakan bertepatan dengan yudisium mahasiswa dan disaksikan langsung oleh rektor IAIN Ar-Raniry,” ujar Kakanwil Kemenag Aceh, Ibnu Sa’dan, Selasa (19/2/2013) di Aula Pascasarjana IAIN Ar-Raniry.

Bentuk kerjasama tersebut, Ibnu Sa’dan menjelaskan bahwa Fakultas Ushuluddin adalah sebuah fakultas yang mencetak kader ulama yang mempelajari ilmu keagamaan, tentu akan menyiapkan sumber daya manusia. Sementara dari Kanwil sendiri menyiapkan fasilitas untuk terwujud program peningkatan keharmonisan umat beragama tersebut.

“Dalam sejarah Aceh keharmonisan umat beragama sangat bagus. Di Aceh tidak pernah ada konflik antar agama. Ketika di Singkil dilakukan penertiban gereja, menjadi isu internasional, padahal hanya yang tidak memiliki IMB,”tandasnya.

Sementara itu Dekan Fakultas Ushuluddin, Dr. Syamsul Rijal Sys, M.Ag mengatakan dalam even yang bersamaan dengan yudisium mahasiswa tersebut ada tiga hal besar menjadi fokusnya. Yang pertama MoU dengan Kakanwil Kemenag Aceh demi mensinergikan kualitas umat beragama di Aceh dan keharmonisan.

Kedua, di usianya yang ke 50 tahun Fakultas Ushuluddin, baru semester ini ada sarjana yang menulis skripsi dalam bahasa Arab. “Ini suatu prestasi bagi kita, saat pengujian juga didatangkan dari ahli bahasa Arab sendiri,” ungkap Syamsul Rijal.

Yang terakhir, ia menceritakan empat tahu setengah yang lalu salah seorang wali murid datang kepadanya menitipkan anaknya dan memesan untuk dididik dengan baik. Wali murid tersebut adalah ulama kharismatik Aceh, yaitu Abuya Muhibuddin Waly yang hari ini putranya mendapat gelar sarjana.

Pada yudisium yang dihadiri langsung Rektor IAIN Ar-Raniry, Frof. Farid Wajdi Ibrahim, berjumlah 28 mahasiswa. Diantaranya, jurusan Perbandingan Agama, 5 orang, Aqidah Filsafat 9 orang, dan Tafsir Hadis 14 orang. Yang mendapat predikat
Istimewa sebanyak 15 orang.

“Tujuh orang meneliti dilapangan dan selebihnya meninjau pustaka.
Ada diantara yudisial yang maju menjadi caleg ke depan, ini artinya lulusan kita sudah mulai memperhatikan masyarakat,” tutup Syamsul Rijal.

 

Sumber : TheGlobeJournal

Syamsul Rijal Sys

Guru Besar Filsafat Islam pada Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.

Bagikan:

Tags:

Leave a Comment