
Sebelumnya, doktor jembolan Sunan Kalijaga itu juga sudah memimpin Fakultas Ushuluddin untuk periode 2008-2012. Dalam pemilihan dekan kemarin, Syamsul hanya bersaing dengan Lukmanul Hakim yang hanya memperoleh satu suara.
Setelah dinyatakan menang usai perhitungan suara, Syamsul dalam sambutannya menyebutkan, kepercayaan yang kedua kalinya ini merupakan amanah yang diberikan oleh anggota senat. “Jadi nanti dalam bekerja saya juga butuh bantuan dari semuanya karena saya tidak mampu berjalan sendir,” ujarnya.
Dia menambahkan, sesuai dengan visi dan misinya untuk meneruskan perjuangan kemajuan fakultas, dirinya memohon bantuan dari semua kalangan terutama civitas akademika Ushuluddin untuk terus kompak dan bersama-sama membangun pendidikan Aceh yang lebih baik di masa mendatang.
“Pada saat ini Ushuluddin harus benar-benar bangkit dan berjaya seperti terjadi di daerah lain, apalagi terobosan yang sudah saya lakukan pada periode yang lalu adalah landasan untuk kemajuan di masa mendatang,” sebutnya.
Ketua panitia pelaksana pemilihan dekan, Husein A Wahab, dalam rilisnya menyebutkan, proses pemilihan dekan dilakukan dengan sangat terbuka. “Karena penyampaikan visi dan misi kandidat bukan hanya dilakukan di hadapan senator saja, akan tetapi juga disampaikan di hadapan dosen, karyawan serta perwakilan mahasiswa. Juga hadir satu profesor dan dua doktor sebagai pembanding,” pungkasnya. []
Sumber: AcehKita.com
Berita yang sama juga bisa dibaca di Antara Aceh dan Tribun Aceh






Leave a Comment