MEDIARESMI.COM | Pemerintah Pusat kembali menyinggung rendahnya capaian vaksinasi covid-19 di Aceh. Per Senin 6 September 2021, capaian vaksinasi di Aceh masih di bawah rata-rata.

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, baru 19,73 persen atau baru 795.080 orang yang sudah divaksin di Aceh. Sementara, untuk capaian vaksinasi dosis kedua baru mencapai 10,93 persen atau 440.220 orang.

Padahal, menurut Pemerintah, sasaran vaksinasi untuk Aceh sebanyak 4.028.891 orang. Karena rendahnya capaian vaksinasi tersebut, Pemerintah mengharapkan kepada Pemerintah Aceh mengejar target vaksinasi untuk mencapai kekebalan kelompok.

Sementara itu, Guru Besar Filsafat Islam dari Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Prof. Dr. Syamsul Rijal, M.Ag, mengatakan, publik perlu mendapatkan dorongan dengan cara-cara yang baik dan bijaksana agar mau divaksin.

Prof Syamsul Rijal menuturkan, kurangnya capaian vaksinasi di Aceh disebabkan oleh minimnya partisipasi publik dalam mendukung program pemerintahan yang sedang mengupayakan vaksinasi demi tercapainya kekebalan kelompok.

Tapi, kata mantan Wakil Rektor UIN Ar-Raniry itu, caranya perlu dilakukan dengan cara-cara yang menyentuh hati. “Salah satunya saya pikir, ya melalui tokoh-tokoh publik,” ujarnya menanggapi pertanyaan Wartawan MEDIARESMI.COM, Senin malam 6 September 2021.

“Secara kultural ke-Acehan, masyarakat Aceh itu memiliki panutan dan tokoh yang menyemangati kehidupan mereka dan didengar pendapatnya. Karena itu, Negara harus bersinergi dengan para tokoh tersebut, untuk menjadi daya dorong kepercayaan publik,” jelasnya.

Prof Syamsul Rijal yang juga mantan Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Ar-Raniry ini juga mengimbau para tokoh yang sudah mendapat suntikan vaksin, agar memberikan penjelasan kepada warga sekitar untuk turut membantu program Pemerintah.

“Karena semua yang dilakukan oleh Pemerintah itu menurut, saya tentu untuk kepentingan warga negara. Misalnya, vaksinasi, ini kan demi mencegah terjadinya penularan virus Corona,” ucapnya.

Ia pun percaya, sebenarnya masyarakat tidak takut divaksin. “Saya pikir masyarakat tidak takut divaksin, hanya perlu dorongan dengan cara-cara yang bijak dari Pemerintah. Salah satu caranya, saya pikir, ya dengan cara tadi, merangkul para tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat lainnya, untuk mengajak masyarakat mau divaksin demi bangsa dan negara,” jelasnya.

Selain itu, Prof Syamsul Rijal juga mengajak semua pihak tetap menjaga kesehatan dengan cara menerapkan protokol kesehatan covid-19. “Mari kita menjaga protokol kesehatan sambil terus berdoa agar pandemi cepat berlalu,” pungkasnya.

Penulis: Hidayat Pulo

**

Tulisan ini diterbitkan di Media Resmi

Syamsul Rijal Sys

Guru Besar Filsafat Islam pada Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.

Bagikan:

Tags:

Leave a Comment