Banda Aceh (Ar-Raniry) – Ketua Program Studi S3 Studi Islam UIN Ar-Raniry, Prof Dr Syamsul Rijal MAg, menjadi salah satu narasumber dalam forum internasional yang diselenggarakan oleh Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Minggu (15/6/2025).

Forum bertajuk “Trauma Intergenerasi: Warisan Emosi Rentas Generasi” ini merupakan bagian dari inisiatif Naratif Baharu Universiti Watan Kita UKM, dan menghadirkan sejumlah akademisi dari Malaysia, Indonesia, dan Thailand.

Dalam pemaparannya, Prof Syamsul menekankan bahwa trauma intergenerasi bukan hanya persoalan psikologis semata, tetapi juga menyentuh aspek mental dan spiritual yang diwariskan antar generasi.

“Trauma yang tidak terselesaikan pada satu generasi akan diwariskan secara tidak sadar kepada generasi berikutnya. Hal ini membentuk cara berpikir, perilaku, bahkan spiritualitas yang rentan,” ujar Prof Syamsul.

Ia menyebutkan bahwa pengalaman traumatis seperti konflik, kemiskinan, atau kekerasan dalam rumah tangga kerap menciptakan pola pengasuhan yang tidak sehat. Dalam banyak kasus, luka tersebut diturunkan melalui cara orang tua berinteraksi dan membesarkan anak-anak mereka.

Lebih lanjut, Prof Syamsul menjelaskan bahwa dalam pandangan Islam, trauma adalah bagian dari ujian hidup. Jika disikapi dengan benar, pengalaman traumatis justru bisa memperkuat keimanan dan hubungan spiritual seseorang.

“Islam tidak menolak adanya luka batin. Justru Islam hadir dengan paradigma spiritual yang mendorong manusia untuk menyucikan jiwa (tazkiyatun nafs) dan membangun kembali hubungan yang kuat dengan Tuhan sebagai sumber ketenangan,” ucapnya.

Menurut dia, pendekatan terhadap penyembuhan trauma dalam Islam berbeda dari model Barat yang lebih menekankan rasionalitas. Islam memandang manusia sebagai makhluk yang utuh antara tubuh, jiwa, dan ruh. Oleh sebab itu, solusi atas trauma harus menyentuh seluruh dimensi tersebut.

“Jika akar luka adalah keterputusan spiritual, maka pemulihannya pun harus dimulai dengan memurnikan hubungan dengan Tuhan,” tambah Prof Syamsul.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan sosial dalam proses pemulihan. Lingkungan yang suportif dan pemahaman yang menyeluruh menjadi faktor penting dalam menghentikan siklus trauma lintas generasi.

Selain Prof Syamsul, forum ini juga menghadirkan Prof Madya Dr Zaizul A.B. Rahman dari UKM dan Dr Mutsalim Khareng dari Princess of Naradhiwas University, Thailand. [ ]

_______

Dimuat pertama kali di pps.ar-raniry.ac.id

Syamsul Rijal Sys

Guru Besar Filsafat Islam pada Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.

Bagikan:

Tags:

Leave a Comment