syuhadaAZAN Dzuhur berkumandang, satu persatu jamaah Shalat dzuhur berdatangan memarkirkan kendaraan mereka di halaman luas Masjid Syuhada Lamgugop, Banda Aceh. Meski seharian kemarin hujan mengguyur Lamgugop dan sekitarnya tak membuat masjid ini sepi dari jamaahnya. Tempatnya yang strategis di pinggir jalan lalu lalang banyak kendaraan masyarakat, tak mustahil mereka singgah untuk shalat menghadap Ilahi Rabb di masjid yang asri dan nyaman ini.

Begitu pun kemarin siang, saat azan tiba, satu per satu jamaah Shalat Dzuhur berdatangan memarkirkan kendaraannya di halaman yang tersedia, kemudian berwudhu di tempat wudhu yang dipisahkan antara laki-laki dan perempuan.

“Beginilah Masjid Syuhada Lamgugop, sangat mengutamakan kenyamanan jamaah sehingga tak heran masjid ini menjadi pilihan para jamaah. Baik itu akademisi, tokoh gampong, sampai mahasiswa, karena letaknya yang tak jauh dari jalan nasional dan lalu-lalang mahasiswa dan para akademisi menuju Darussalam Kota Pendidikan di Aceh,” kata Ketua Badan Kemakmuran Masjid Besar Suhada, Dr H Syamsul Rijal MAg kepada Serambi, Kamis (13/6).

Ia mengatakan, pengurus masjid sangat mengutamakan kenyaman bagi para jamaah untuk beribadah di masjid tersebut dengan menyediakan fasilitas yang lengkap dari parkir yang luas, tempat wudhu yang bersih dan selalu dialiri air, juga dengan selalu menjaga kebersihan masjid, bahkan bagi kaum ibu yang tidak membawa mukena masjid ini menyediakan mukena untuk shalat bagi kaum perempuan.

Menurutnya, kenyamanan dalam beribadah sangatlah penting sehingga jamaah lebih khusuk saat menghadap Sang Khalik dan bisa beribadah dengan ikhlas.

Ia menceritakan, masjid yang sekarang berdiri megah ini, dulunya hanya sebuah masjid gampong lazimnya masjid-masjid lainnya. Saat itu masjid yang diberi nama Syuhada ini berada di pusat Kede Lamnyong dengan bangunan tak semewah sekarang tahun 1989 saat pembebasan Krueng Lamnyong, barulah Masjid Syuhada dipindahkan ke Desa Kayee Adang Lamgugop, Banda Aceh dengan imam tetap yaitu Drs Tgk Sulaiman Hasan MA.

Selain aktivitas shalat berjamaah setiap lima waktu di masjid itu juga terdapat kegiatan-kegiatan agama lainnya. Masjid ini juga dijadikan oleh masyarakat gampong sebagai pusat pemberdayaan masyarakat seperti pelaksanaan qurban, menyambut hari-hari besar Islam pengajian anak-anak. “Setiap malam Jumat atau Kamis malam di masjid ini ada kegiatan antara waktu maghrib dan Isya berupa kajian keislaman yang dikaji oleh para pakar agama yang mengkaji tentang ilmu fiqh, praktik ibadah, tauhid, akidah akhlak, dan ilmu lainnya yang menyangkut dengan keislaman,” jelasnya.

Syamsul menambahkan, saat nisfu Syakban nanti di masjid ini akan diadakan shalat dan zikir bersama. Di masjid ini juga pada setiap shalat Shubuh di pagi Jumat, imam shalat melazimkan amalan sunnat yakni bacaan surat sajadah, di mana para jamaah nantinya akan mengikuti imam melakukan sujud tilawah. Sujud tilawah disunatkan saat membaca atau mendengar bacaan ayat-ayat sajdah. Tidak hanya pada waktu salat, tapi juga di luar shalat. (masyitah rivani)

Sumber: Tribun News

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here