DEKAN Fakultas Ushuluddin IAIN Ar-Raniry, Syamsul Rijal, memberi penjelasan soal diangkatnya Nabi Isa ke langit oleh Allah SWT. Pasalnya, hingga saat ini dinilai masih terdapat perbedaan pandangan dalam Islam menyangkut persoalan tersebut.

“Ini menjadi diskursus yang variatif (pemahaman yang berbeda-red). Ini terkait pemaknaan terhadap firman Allah SWT surat Ali Imran ayat 55,” katanya.

Menurutnya, ulama umumnya masih terpolarisasi kepada dua pandangan. Pertama, memberikan pemaknaan terhadap  arti kata “Mutawaffika” sebagai “menyempurnakan.” dan kata “Rafi’uka ilayya” yang diartikan sebagai mengangkatmu kepadaKu.

Sementara pandangan yang lain, ujar dia lagi, seperti memberikan makna arti  kata ”Mutawaffika” dengan “mewafatkan” dan “Rafi’uka ilayya” dengan mengangkat (derajat Isa Al-Masih-red).

“Atas dasar ini, sangat wajar ketika dalam penanggalan almanak yang berlaku menyebutkan perihal Wafat Nabi Isa,” kata Syamsul Rijal, kepada ATJEHPOSTcom, usai shalat Jumat di Masjid Lueng Bata, Jumat 29 Maret 2013, siang tadi.[] (mrd)

Sumber: AtjehPost