foto: hayatullah Pasee
foto: hayatullah Pasee
foto: hayatullah Pase

Banda Aceh – Uji baca Quran untul Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) hanya ada di Aceh. Jika pun ada yang tanya mengapa hanya di Aceh, tentu jawaban sangat gampang, karena di Aceh dikenal julukan Serambi Mekkah, provinsi yang menjalankan Syariat Islam di Indonesia. Lalu, apakah outputnya bisa dijamin akan menghasilkan wakil rakyat yang amanah?

Dekan Fakultas Ushuluddin IAIN Ar-Raniry, Dr. H. Syamsul Rijal, M.Ag melihat, dalam konteks personal mampu baca Quran itu adalah indikasi seseorang peduli terhadap kitab suci yang diimaninya. Islam mengajarkan membaca Quran itu bernilai ibadah dan tentu saja mengamalkan kandungannya sarat nilai ibadah.

Simak petikan wawancara singkat The Globe Journal yang dilakukan Jum’at (26/4/2013) :

Mengapa cuma dites bacaannya? Mengapa bukan pemahamannya?

Yang perlu dipetik adalah hikmah dan filosofi dari setiap personal yang mampu baca Quran. Ini adalah awal dari proses nilai-nilai normatif bagi seseorang sebagai tolok ukur bagaimana seseorang mengapresiasi Quran untuk selanjutkan dalam konteks aplikatif memiliki tanggungjawabtersendiri terhadap diri dan masyarakatnya.

Apakah dengan mampu baca Quran sudah menjamin kinerja mereka baik?

Baca Quran harus disinergikan dengan kompetensi yang lain, misalnya wawasan sosial, politik, budaya ekonomi dan sebagainya akan turut mendorong kompetensi kepribadian seseorang sebagai sosok yang berwawasan visioner sebagai pengabdi rakyat. Akan tetapi jika kering dengan nilai wawasan qurani tentu akan kontraproduktif di dalam design aplikasi syariah di Aceh.

Akankah Pemilu di Aceh berlangsung fair?

Mengikuti normatifitas yang telah disusun secara jujur dan bertanggung jawab tentu akan menghasilkan wakil rakyat yang fair, bila manapun terdapat kekurangan tentunya akan disempurnakan untuk berikutnya dengan ketentuan peraturan perundangan yang ada.

Menurut Anda, Caleg mana yang harus dipilih?

Rakyat cerdas akan memilih wakil rakyat yang aspiratif bukan hanya kepentingan personal dan golongan, tetapi untuk kemaslahatan bersama yang mencerdaskan dan mencerahkan dalam kehidupan berkeadilan. [005]

Sumber: TheGlobeJournal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here