BERAGAM tanggapan muncul sehubungan terjadinya dugaan pemukulan dan pengeroyokan terhadap Kadis SI Kota Langsa bersama personel WH ketika membubarkan hiburan keyboard di Kampung Karang Anyar, Langsa Baro, Minggu (25/8) malam.

Dekan Fakultas Ushuluddin IAIN Ar-Raniry Darussalam, Dr H Syamsul Rijal MAg secara khusus menyampaikan tanggapan atas terjadinya kasus Langsa tersebut. “Sangat disesalkan terjadinya benturan dalam penegakan syariat, karena benturan itu bukan tujuan syariat. Tujuan syariat mendatangkan kemasahatan bagi umat semuanya, terutama umat yang berkewajiban dan juga umat yang berdampingan hidup dengan umat yang menjalankannya,” kata Syamsul.

Menurut Syamsul, mencegah benturan diperlukan dan itulah karakter masyarakat madani, yaitu karakter masyarakat Aceh yang sesungguhnya yang perlu dikedepankan. Kearifan itu tidak akan pernah ditemukan pada sikap arogansi serta tidak peduli bagaimana seharusnya berbuat.

Proses penegakan syariat, kata Syamsul tidak seharusnya arogansi, dan juga semua komponen wajib taat kepada aturan yang ada. Yang berwenang wajib menjalankan aturan dan warga wajib taat aturan. “Citra ini adalah bagian esensial dari penegakan syariat itu sendiri,” tandasnya.

Syamsul berharap semua komponen perlu memiliki pemahaman bahwa penegakan syariat harus jalan berproses sesuai ketentuan dan perundangan yang ada. “Ini adalah realitas tidak terbantahkan karena penegakan syariat terintegrasi dalam tugas pemerintah serta menjadi kewajiban warganya,” demikian Syamsul Rijal.(nas)

 

Sumber: SerambiNews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here