Rektor IAIN Ar-Raniry, Farid Wajdi mengalungkan pataka fakultas masing-masing saat pelantikan dekan fakultas dan Kepala Biro, di Aula Pasca Sarjana, Selasa (26/6). SERAMBI/BUDI FATRIA
BANDA ACEH – Rektor IAIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Dr H Farid Wajdi Ibrahim MA, Selasa (26/6) melantik lima dekan baru plus Kepala Biro Administrasi Umum Akademik & Keuangan (AUAK). Prosesi pelantikan berlangsung di Lantai III Gedung Pascasarjana IAIN Ar-Raniry, Darussalam.

Rektor IAIN Ar-Raniry, Farid Wajdi mengalungkan pataka fakultas masing-masing saat pelantikan dekan fakultas dan Kepala Biro, di Aula Pasca Sarjana, Selasa (26/6). SERAMBI/BUDI FATRIA

Dari lima dekan baru tersebut, empat di antaranya merupakan wajah lama, masing-masing Dr Nazaruddin AW MA sebagai Dekan Fakultas Syari’ah, Dr H Muhibuthrhabri MAg sebagai Dekan Fakultas Tarbiyah, Dr H Syamsul Rijal MAg sebagai Dekan Fakultas Ushuluddin, dan Prof Dr H Misri A Mukhsin MAg sebagai Dekan Fakultas Adab. Sedangkan Dr A Rani Usman MA yang sebelumnya sebagai Pembantu Dekan IV Fakultas Dakwah menjadi Dekan Fakultas Dakwah menggantikan Drs Maimun MAg yang selanjutnya jadi dosen pada Fakultas Dakwah. Selain itu, Drs H Jakfar Yacob dilantik sebagai Kepala Biro AUAK menggantikan pejabat sebelumnya, Drs Mukhsin Ismail.

Rektor IAIN Ar-Raniry dalam amanat pelantikannya mengingatkan tentang pentingnya membangun kebersamaan untuk memajukan lembaga. Rektor mengakui selama tiga tahun bersama periode lalu sudah menunjukkan komitmen kerja yang cukup baik. “Insya Allah ke depan berbagai tantangan kelembagaan bisa diatasi secara bersama-sama dengan musyawarah pimpinan,” tandas Farid Wajdi.

 Quality in action
Dekan Fakultas Ushuluddin, Syamsul Rijal yang masuk paket pelantikan untuk periode II kepada Serambi mengatakan, di Fakultas Ushuluddin khususnya, kebijakan kepemimpinan berorientasi kepada sesuatu yang menginspirasikan semua potensial dalam quality in action (perbuatan nyata) bukan terbatas pada quality idealitas konsepsional. “Untuk itu, ditempuh upaya membangun komitmen sivitas akademika dalam merespon kemajuan akademik dan peduli terhadap persoalan sosial kemasyarakatan dan tantangan modernitas menuju masa depan Aceh bermartabat, terutama pembangunan kesejahteraan umat dalam bingkai moralitas dinul islami,” kata Syamsul Rijal.(nas)

 

Sumber:  TribunNews.Com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here