Scroll to Top

Syamsul Rijal, Dekan Pencetak Intelektual Muslim Aceh

By admin / Published on Friday, 05 Oct 2012 12:37 PM / No Comments / 149 views

Banda Aceh – Dr. H. Syamsul Rijal, M.Ag  kembali dipercaya memimpin sebagai dekan Fakultas Ushuluddin IAIN Ar-Raniry, setelah ia menjabat satu periode 2007-2012. November 2012 mendatang  usia fakultas tersebut genap 50 tahun.

Ada banyak hal yang telah dilakukan selama kepemimpinannya. Salah satunya membuat Ushuluddin eksis di mata masyarakat dalam melahirkan kader-kader intelektual muslim Aceh. Upaya-upaya yang telah ia lakukan diantaranya pembenahan internal dan eksternal Fakultas Ushuluddin.

Bentuk pembenahan internal yang dilakukan pada periode pertama itu berupa meningkat kapasitas mahasiswa dan dosen dalam bentuk seminar-seminar, meningkatkan mutu pelayanan akademi dalam membangun Ushuluddin sendiri, serta membuat kajian-kajian.

“Kita juga membuat kajian-kajian Islam di level dosen dan mahasiswa Ushuluddin, termasukmendatangkan pakar teroris dari luar seperti syney john ke fakultas,” ungkap jebolan S3 UIN Sunan Kalidjaga Yogyakarta itu saat ditemui The Globe Journal, di ruang kerjanya, Kamis (4/10).

Sementara bentuk pembenahan dengan eksternal, pihaknya telah membangun kerjasama dengan stakeholder, serta membuat MoU dengan beberapa instansi seperti kerjasama dengan media serambi indoenesia, sehingga Ushuluddin dikenal di masyarakat luas.

“Beberapa waktu lalu kita membuat program pengabdian masyarakat di Pidie Jaya. Kesana kita mengirim dosen dan mahasiswa untuk mengaktifkan pengajian dan berbaur dengan masyarakat disana,” ujarnya.

Ia menjelaskan, hal semacam itu memang menjadi tugasnya untuk mendidik masyarakat serta meyiapkan sarjana intelektual muslim yang memiliki kapasitas yang bisa diterima di masyarakat.

Selama ini ada kekhawatiran dari masayarakat seolah-olah keluar dari Ushuluddin tidak mendapat pekerjaan, tapi menurutnya itu hanya kekhawatiran internal saja. Padahal banyak alumni yang siap pakai saat mereka terjun ke masyarakat.

Menurutnya, banyak alumni Ushuluddin yang telah sukses di beberapa instansi pemerintah, seperti di kepolisian dan TNI. Katanya, fakultas yang ia pimpin itu tidak hanya diminati oleh mahasiswa dalam negeri, akan tetapi ada dari luar negeri seperti dari Malaysia dan Thailan juga ikut mengirim mahasiswa untuk menuntut ilmu di Ushuluddin.

Ia akan berupaya dalam kontek kehidupan hari ini, alumni Usuluddin harus mampu hadir ditengah-tengah kehidupan masyakarat modern, dalam artian Usuluddin harus mampu menjawab kegelisahan mayarakat modern khususnya di Aceh dengan kemampuan yang mereka miliki.

“Alumni harus bangga mengatakan alumni Ushuluddin supaya memotivasi masyarakat lain untuk masuk ke ushuluddin,” harapnya.

Sumber: Globe Journal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *