Pasang Rambu dan Tempatkan Petugas

DEKAN Fakultas Ushuluddin UIN Ar-Raniry mengatakan, ajal memang di tangan Tuhan, tetapi kita wajib berikhtiar secara maksimum agar terhindar dari hal-hal yang tidak diharapkan. Misalnya, kata Syamsul, di lokasi objek wisata pantai harus dipasang rambu-rambu tanda bahaya (kawasan yang boleh atau tidak boleh mandi-mandi), menempatkan petugas untuk melakukan pengawasan secara ketat, adanya tim terlatih untuk melakukan upaya penyelamatan saat terjadi keadaan darurat, dan lain-lain.

“Semua itu adalah bagian dari ikhtiar. Dengan ikhtiar secara maksimum diharapkan kita bisa terhindar dari hal-hal yang tidak diharapkan,” katanya.

Syamsul juga mengingatkan, tanggung jawab untuk terciptanya rasa aman dan nyaman bukan semata-mata pada pemerintah tetapi harus didukung oleh masyarakat. Misalnya, masyarakat harus menjaga dan mengindahkan semua warning yang diserukan oleh pengelola objek wisata.

“Saya juga mengingatkan jika memasuki suatu kawasan, maka bertanyalah kepada orang yang mengetahui seluk beluk atau karakter kawasan tersebut. Ini adalah bentuk kearifan lokal untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tak diharapkan,” demikian Syamsul.(nas)

 

Sumber: Serambi News

Posted in: On Media

Leave a Comment