Minat mahasiswa asing kuliah di UIN Aceh tinggi

BANDA ACEH – Minat mahasiswa asing terutama asal Malaysia dan Thailand di Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Darussalam Banda Aceh hingga kini masih tinggi, kata Rektor UIN Ar-Raniry  Prof DR Farid Wajdi Ibrahim.

“Minat mahasiswa dari Malaysia dan Thailand kuliah di UIN Ar-Raniry meningkat terutama mereka yang kuliah di ilmu pengkajian agama seperti di Fakultas Syariah, Tarbiyah dan Ushuluddin,” katanya di Banda Aceh, hari ini.

Didampingi Wakil Rektor III UIN Ar-Raniry Syamsul Rijal, ia menjelaskan pada tahun ajaran 2014 itu tercatat sebanyak 212 mahasiswa asal Malaysia dan 40 dari Thailand di sejumlah fakultas di UIN Ar-Raniry Darussalam Banda Aceh.

Farid Wajdi Ibrahim juga menjelaskan pihaknya terusberupaya meningkatkan kualitas pelayanan dan sumberdaya manusia guna mewujudkan UIN Ar-Raniry sehingga benar-benar menjadi kebanggaan masyarakat di daerah berjuluk Serambi Mekah itu.

Dipihak lain, rektor menjelaskan sarana dan prasarana yang dimiliki UIN Ar-Raniry kini juga tidak kalah dengan kampus ternama lainnya setelah selesainya pembangunan gedung yang dibiayai Bank Pembangunan Islam (IDB).

Ia juga menjelaskan, penggunaan sarana dan prasarana UIN Ar-Raniry itu akan diresmikan langsung oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang dijadualkan pada 17 September 2014.

Rektor menjelaskan, pembangunan sarana dan prasarana UIN Ar-Raniry Darussalam Banda Aceh menghabiskan anggaran senilai sekitar Rp350 miliar yang merupakan pinjaman Pemerintah Pusat dari ADB.

“Selain meresmikan penggunaan sarana dan prasarana, kehadiran menteri juga akan meluncurkan status IAN ke UIN Ar-Raniry Darussalam. Ini genap usia 50 tahun IAN sebelum menjadi UIN Ar-Raniry,” kata Farid Wajdi Ibrahim menjelaskan.

Rektor juga menjelaskan, peresmian IAIN pada 50 tahun silam (1963) itu dilakukan oleh Menteri Agama yang dijabat KH Saifuddin Zuhri, yang merupakan ayah dari Menag saat ini Lukman Hakim Saifuddin.

“Artinya, saat peluncuran IAIN yang dilakukan Menag saat itu (Saifuddin Zuhri), dan setelah 50 tahun maka status IAN ke UIN Ar-Raniry, diluncurkan UIN yang justru dilakukan oleh Menag Lukman Hakim Saifuddin yang merupakan anak dari almarhum Saifuddin Zuhri. Saya tidak tahu apa maknanya ini,” kata Farid.

Saat ini, UIN Ar-Raniry dengan jumlah mahasiswa sebanyak 16.200 orang itu memiliki tenaga pengajar PNS tercatat 389 orang, diantaranya diperkuat 17 guru besar (profesor), sekitar 50 orang bergelar doktor dan 45 calon dosen di sembilan fakultas.

 

Sumber: Waspada

Posted in: On Media

Leave a Comment