Menanglah dengan Rendah Hati!

MESKI tahapan penghitungan suara hasil pemilu legislatif 2014 masih berjalan, tetapi euforia kemenangan dalam beberapa hari ini menjadi pembahasan dari para pendukung partai, termasuk para calon anggota legislatif yang beruntung dan yakin dapat duduk di kursi dewan.

Begitu pun, dengan para caleg yang belum beruntung menempati posisi yang diharapkannya ketika perolehan suara rontok tak menggemberikan. Mereka harus rela atas kenyataan yang dihadapi pasca pemilu, tidak sedikit yang galau menghadapai situasi seperti saat ini di mana aura kekalahan terus menghantui sementara logistik yang dikeluarkan untuk pertarungan di pemilu cukup banyak.

Apa yang harus dilakukan seseorang ketika kemenangan berpihak kepadanya atau kekalahan telak menghampirinya. Dosen Fakultas Ushuluddin UIN Ar-Raniry, Dr Syamsul Rijal, MAg, Kamis (10/4) kemarin di Serambi Mihrab berbagai tips dan nasihat untuk para pemenang dan mereka yang kalah di pemilu kali ini.

Menurut Syamsul Rijal, dalam setiap kompetisi, termasuk dalam pemilu, semua pihak akan berhasrat untuk memenangi pesta demokrasi tersebut. Untuk mereka yang telah dapat kabar kemenangan, maka Syamsul Rizal mengatakan bahwa Islam mengajarkan tetap rendah hati saat kemenangan telah didapat. “Tautkanlah hati terus dengan nilai-nilai ilahiyah,” ujarnya.

Dengan demikian menurutnya orang yang rendah hati saat kemenangan diraih, maka ia tidak akan takabbur atau bertambah sombong. Sebaliknya, dosen yang setiap ceramahnya ini banyak mengupas etika seorang muslim dan kajian filsafat dalam Islam, juga mengatakan bagi para peserta pemilu dan caleg yang gagal alias tidak meraih suara yang diinginkan jangan cepat galau.

Jika perjuangan di pemilu tersebut dilakukannya dengan baik dan dengan jalan yang benar, maka kekalahan itu menurut Syamsul Rijal merupakan kekalahan yang bermartabat.

“Kalau melalui cara bermartabat, ketika seseorang berjuang mengikuti mekanisme jalan yang benar lalu belum berhasil karena yang lain yang terpilih, itu dia sudah kalah dengan kekalahan yang bermartabat,” ujarnya seraya mengatakan, pada posisi yang demikian, ia mengatakan seseorang harusnya bersyukur lalu bersegerahlan mohon ampun kepad Allah Swt.

Sementara, jika seseorang berjuang dengan jalan tidak benar tidak hak dan kalah, maka kekalahan itu kata Syamsul Rijal adalah kekalahan tidak bermartabat.

 Menyikapi kekalahan
Saat kekalahan benar-benar nyata, termasuk kalah suara alias tidak ada yang memilih seseorang sebagai caleg. Maka, orang tersebut kata Syamsul Rijal harus memperbanyak zikir agar tentram jiwa.

“Berada dalam atsmosfir keampunan Allah itu adalah pilihan cerdas apalagi dalam suasana galau. Memperbanyak zikir kepada Nya itu menenteramkan,” ujar Syamsul Rijal.

Selain itu, hendaknya seseorang memahami kembali dirinya pasca pemilu. Memahami keterbatasan akan menjadi obat dan pelipur lara.

Yang baik tidak menang atau kalah, menurut Syamsul Rijal bukanlah kekalahan yang nyata, tetapi itulah yang terbaik baginya sebagai ketetapan Allah Swt. “Mereka yang menyandarkan kepada ketentuan (baca takdir Nya) akan lebih nyaman dan tenteram,” ujarnya. (ari)

 

Sumber: Serambi News

Posted in: On Media

Leave a Comment