Awasi Serius Objek Wisata

* Terkait Musibah Laut Lhoknga

BANDA ACEH – Musibah tewasnya tiga mahasiswa di Laut Lhoknga (depan PT SAI), Aceh Besar, mengundang keprihatinan berbagai kalangan termasuk Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Ar-Raniry, Dr Syamsul Rijal MAg. “Sangat disayangkan karena peristiwa serupa terus saja terulang. Harusnya kita bisa mengambil pelajaran dari kasus-kasus sebelumnya,” kata Syamsul.

Seperti diketahui, enam mahasiswa Politeknik Venezuela (Poliven) Blang Bintang, Aceh Besar yang sedang mandi-mandi di Laut Lhoknga, Kamis (23/1) sore terseret arus. Tiga di antaranya menemui ajal, yaitu Abral (20) asal Padangtiji, Pidie, Emi Zahara (18) asal Matang Geulumpangdua, Bireuen, dan Ari Safriani (19) asal Peudada, Bireuen.

Terkait musibah itu, Syamsul Rijal mengatakan, harusnya negara (dalam hal ini Pemkab Aceh Besar) bisa memproteksi warganya, termasuk untuk mendapatkan rasa aman dan nyaman di objek-objek wisata, apalagi objek wisata pantai dengan lautnya yang diperkirakan berpotensi bahaya.

Dalam catatan Syamsul Rizal, musibah meninggalnya warga (pengunjung pantai) akibat terseret arus di Laut Lhoknga, Lampuuk, dan sejumlah lokasi wisata pantai lainnya di Aceh bukan yang pertama terjadi tetapi sudah berulangkali.

“Yang sangat disayangkan ternyata kita tidak bisa mengambil pelajaran dari musibah-musibah sebelumnya. Faktanya, kejadian serupa terus saja terulang. Semoga kasus yang merenggut nyawa tiga mahasiswa Poliven tersebut merupakan yang terakhir,” ujar Syamsul Rijal.

Klarifikasi Basarnas
Terkait musibah tewasnya tiga mahasiswa Poliven di Laut Lhoknga, pihak Basarnas dari Kantor SAR Banda Aceh mengklarifikasi informasi yang dilansir Serambi, terkait keterangan foto peristiwa tersebut.

Dalam keterangan foto pendukung berita itu tertulis upaya penyelamatan terhadap salah seorang korban dilakukan oleh tim medis PT SAI (LCI), meski nyawa korban tidak tertolong. “Perlu kami luruskan, yang terekam di foto itu adalah Tim Rescue Basarnas sedang melakukan RJP (Resusitasi Jantung Paru) terhadap korban, meski upaya kami tidak berhasil,” kata Humas Kantor SAR Banda Aceh meluruskan informasi sebelumnya.(nas)

Sumber: Serambi News

Posted in: On Media

Leave a Comment