Scroll to Top

Alumni Dayah Diberi Peluang Jadi TNI

By admin / Published on Monday, 17 Sep 2012 02:17 AM / No Comments / 166 views

Polisi Titip Personel di Pesantren

BANDA ACEH – Pihak TNI memberikan kesempatan luas kepada lulusan dayah di Aceh untuk menjadi tamtama TNI, bahkan dalam sistem rekrutmennya akan diberikan jatah lebih besar untuk putra-putra Aceh.

Pernyataan itu disampaikan Kepala Staf Kodam (Kasdam) Iskandar Muda, Brigjen TNI Iskandar M Sahil saat menjadi pembicara mewakili Pangdam Iskandar Muda pada Rapat Koordinasi Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh di Hotel Permata Hati, Aceh Besar, Sabtu (15/9). Narasumber lain adalah Ketua Komisi F DPRA HM Yunus Ilyas, Ketua MPU Aceh Tgk H Ghazali Mohd Syam, dan Kapolda Aceh Irjen Pol Iskandar Hasan.

Kebijakan institusi TNI membuka kesempatan seluas-luasnya kepada alumni dayah di Aceh menjadi tamtama TNI disampaikan Kasdam menanggapi harapan seorang peserta rapat koordinasi, Tgk Bukhari Rusli dari Aceh Tenggara.

Menurut Tgk Bukhari, komitmen Pangdam Iskandar Muda mendukung pelaksanaan syariat Islam tidak diragukan lagi. Agar komitmen sejalan dengan impelementasi di lapangan, maka untuk penerimaaan anggota TNI supaya diberikan hak kepada alumni dayah. “Saya berharap alumni dayah diprioritaskan menjadi anggota TNI,” pinta Bukhari.

Terhadap harapan itu, Brigjen Iskandar M Sahil langsung merspons. “Kami menyambut baik permintaan ulama. Tamatan dayah kalau ada tentu kita terima jadi anggota TNI dan ini serius,” tandasnya.

Kasdam Iskandar Muda menjelaskan, sistem rekrutmen tamtama TNI untuk Aceh akan dievaluasi. Selama ini, jatah untuk campuran terlalu dominan dan pada rekrutmen mendatang akan diberikan jatah lebih besar untuk putra-putra Aceh. “60 persen harus anak-anak Aceh jadi TNI. Seleksi di Aceh, maka putra-putri Aceh harus banyak yang lulus,” ujarnya.

Kasdam juga berupaya merumuskan agar prajurit TNI terutama tamtama baru di Aceh agar belajar beberapa bulan di pesantren sehingga yang bersangkutan tahu kultur dan adat istiadat masyarakat Aceh.

Dr H Syamsul Rijal MAg yang juga peserta rapat koordinasi menyambut baik upaya TNI memberi kesempatan besar bagi alumni dayah untuk jadi tentara. “Kalau bisa jangan hanya 60 persen, tetapi harus lebih,” kata Syamsul Rijal yang juga Dekan Fakultas Ushuluddin IAIN Ar-Raniry, Darussalam.

Terkait dengan upaya menjadikan aparat yang islami juga diutarakan Kapolda Aceh, Irjen Pol Iskandar Hasan. Menurutnya, Polda Aceh sudah bekerjasama dengan MPU dan pihak terkait merekrut anggota polisi. Usaha ini sudah jalan dan ada sekitar 60 personel polisi sedang dididik agar mereka menjadi penceramah. “Polisi harus bisa pukul beduk, jadi imam terutama pada shalat zuhur dan asar serta bisa melaksanakan fardhu kifayah,” ujarnya.

Kapolda mengatakan, selesai dididik menjadi polisi bersyariat dan sebelum ditempatkan di masing-masing mapolres, terlebih dahulu akan ditempatkan di pasantren antara 1-2 bulan sehingga saat tugas nantinya mereka bisa beradaptasi di tengah-tengah masyarakat.

Gubernur Aceh Zaini Abdullah yang seyogyanya membuka rapat koordinasi tersebut ternyata tidak berkesempatan hadir. “Agenda awal gubernur yang hadir, tetapi ada agenda lain yang tidak bisa dihindari. Tadi malam beliau memerintahkan kami untuk mewakili,” kata Asisten II Setda Aceh, Sayed Mustafa yang mewakili gubernur.

Ketua Panitia Rapat Koordinasi MPU Aceh, Drs HA Khalid MSi mengatakan, rakor akan bermuara pada rekomendasi ulama terkait persoalan kekinian di Aceh, memperkuat konsolidasi, koordinasi, silaturahmi ulama se-Aceh, dan menyamakan visi dan persepsi dalam program kerja.(swa)

Sumber: SerambiNews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *